Perjanjian Jenewa dalam lima menit
Perjanjian Jenewa adalah serangkaian kesepakatan dan deklarasi yang dihasilkan Konferensi Jenewa 1954 untuk mengakhiri pertempuran di Indochina. Untuk Vietnam, perjanjian militer menetapkan garis demarkasi sementara di sekitar garis lintang ke-17: Tentara Rakyat Vietnam akan berkumpul kembali di utara garis itu dan pasukan Uni Prancis di selatan. Garis tersebut merupakan langkah gencatan senjata, bukan perbatasan internasional permanen.
Deklarasi akhir konferensi merencanakan pemilu di seluruh Vietnam pada Juli 1956 untuk menyatukan negara itu. Pemilu tersebut tidak terlaksana. Amerika Serikat dan Negara Vietnam tidak ikut serta dalam deklarasi akhir, dan pemerintah selatan kemudian menolak konsultasi dalam kerangka Jenewa. Penyelesaian ini mengakhiri satu tahap perang, tetapi belum menyelesaikan persoalan kekuasaan politik. Kekosongan itu penting untuk memahami Perang Vietnam yang menyusul.
Mengapa konferensi diadakan
Setelah Perang Dunia Kedua, Prancis berusaha menegakkan kembali kendalinya di Indochina. Viet Minh, yang dipimpin Ho Chi Minh, berjuang untuk kemerdekaan Vietnam. Perang Indochina Pertama yang menyusul terseret ke dalam Perang Dingin yang lebih luas: Tiongkok dan Uni Soviet mendukung Republik Demokratik Vietnam, sementara Amerika Serikat mendukung upaya perang Prancis dan Negara Vietnam yang berasosiasi dengannya.
Pada 1954, beban perang bagi Prancis semakin besar. Para wakil bertemu di Jenewa untuk membahas Korea dan Indochina; pembicaraan tentang Indochina dimulai ketika pertempuran masih berlangsung. Pada 7 Mei, garnisun Prancis di Điện Biên Phủ jatuh ke tangan pasukan Viet Minh. Kekalahan itu memperkuat dukungan di Prancis untuk mengakhiri perang melalui perundingan. Artikel tentang Pertempuran Điện Biên Phủ menjelaskan tekanan militer di balik penyelesaian tersebut.
Para peserta mencakup Prancis, Republik Demokratik Vietnam, Negara Vietnam, Kamboja, Laos, Tiongkok, Uni Soviet, Inggris, dan Amerika Serikat. Tujuan mereka berbeda-beda. Perundingan harus membahas cara menghentikan pertempuran sekaligus cara Vietnam diperintah sesudahnya. Kedua persoalan itu saling terkait, tetapi tidak menghasilkan satu kesepakatan sederhana yang diterima semua pihak dengan cara yang sama.
Isi Perjanjian Jenewa
Pada 20 Juli 1954, wakil pasukan Uni Prancis dan Tentara Rakyat Vietnam menandatangani perjanjian penghentian permusuhan di Vietnam. Perjanjian militer terpisah mengatur Laos dan Kamboja. Perjanjian Vietnam menetapkan garis demarkasi militer sementara dan zona demiliterisasi di kedua sisinya. Kedua pasukan harus berkumpul kembali di zona masing-masing dalam waktu 300 hari.
Sebagian besar garis itu mengikuti Sungai Bến Hải, di sekitar garis lintang ke-17. Menyebutnya garis lintang ke-17 memang memudahkan, meski garis demarkasi sebenarnya tidak mengikuti satu garis lintang lurus di seluruh wilayah Vietnam. Tujuan langsungnya adalah memisahkan pasukan dan mengurangi risiko pertempuran kembali. Perjanjian itu juga membatasi masuknya personel dan persenjataan militer asing, dengan ketentuan tertentu untuk penggantian.
Selama suatu periode setelah gencatan senjata, warga sipil boleh berpindah ke zona pilihan mereka. Banyak orang berpindah, terutama dari utara ke selatan; ada pula yang pergi ke utara. Bagi keluarga, keputusan itu dapat berkaitan dengan agama, politik, mata pencaharian, dan ketakutan terhadap pemerintah yang akan menguasai tempat tinggal mereka. Perpindahan tersebut menjadikan pengaturan militer ini juga sebagai perpisahan yang sangat pribadi.
Komisi Internasional untuk Pengawasan dan Pengendalian, yang beranggotakan wakil India, Kanada, dan Polandia, dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian. Komisi gabungan dari pihak-pihak yang terlibat bertanggung jawab melaksanakan gencatan senjata. Pengawasan dapat mencatat dan menyelidiki masalah, tetapi tidak dapat dengan sendirinya menyelesaikan perebutan politik atas masa depan Vietnam.
Ketentuan militer dan sipil dalam perjanjian menjawab kebutuhan mendesak yang berbeda. Tentara harus berkumpul kembali di sisi garis masing-masing, sementara warga sipil harus memutuskan tempat tinggal mereka. Komisi pengawas bertugas memantau penyelesaian itu, bukan memilih pemerintah Vietnam. Memahami perbedaan peran ini membantu menjelaskan bagaimana gencatan senjata dapat berlaku tanpa menyelesaikan masa depan politik negara tersebut.
Garis lintang ke-17 dan pemilu yang tak terlaksana
Deklarasi akhir pada 21 Juli membedakan garis militer dari batas politik atau teritorial. Deklarasi itu menyerukan pemilu umum pada Juli 1956 di bawah pengawasan internasional untuk membentuk pemerintahan yang bersatu. Konsultasi antara otoritas di kedua zona direncanakan mulai pada Juli 1955. Ketentuan pemilu tercantum dalam deklarasi akhir konferensi, bukan dalam perjanjian gencatan senjata Vietnam yang ditandatangani.
Perbedaan itu penting karena sikap para peserta tidak sama. Deklarasi akhir tidak ditandatangani. Negara Vietnam memprotes pembagian dan tidak menerima deklarasi tersebut. Amerika Serikat juga tidak ikut serta, tetapi dalam pernyataan terpisah menyatakan bahwa pihaknya akan menahan diri dari penggunaan atau ancaman kekuatan untuk mengganggu perjanjian dan akan memandang agresi baru dengan keprihatinan serius. Amerika Serikat menyatakan dukungan bagi pemilu bebas di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada 1955, pemerintah Ngô Đình Diệm di selatan menolak konsultasi dalam kerangka Jenewa. Pemerintah itu berpendapat bahwa pihaknya tidak terikat oleh penyelesaian tersebut dan mempertanyakan apakah pemungutan suara yang bebas mungkin berlangsung di utara. Amerika Serikat mendukung pemerintah selatan dan juga mengkhawatirkan kondisi pemilu. Pemilu nasional tidak dilaksanakan pada 1956. Hasilnya bukanlah pernyataan hukum bahwa garis sementara telah menjadi perbatasan permanen, melainkan kegagalan jalur penyatuan yang diusulkan.
Pemungutan suara yang diusulkan dimaksudkan untuk seluruh Vietnam, bukan sebagai dua pemilu terpisah untuk membentuk negara utara dan selatan yang permanen. Pelaksanaannya bergantung pada konsultasi antara otoritas yang pandangannya sudah berbeda. Ketika konsultasi itu tidak menghasilkan jalan menuju pemilu, tenggat dalam deklarasi berlalu tanpa penyelesaian politik yang direncanakan.
Dampak bagi Vietnam dan Indochina
Di utara, Republik Demokratik Vietnam mengukuhkan kekuasaannya. Di selatan, Republik Vietnam diproklamasikan pada 1955 dengan Diệm sebagai presiden. Masing-masing mengklaim peran dalam masa depan Vietnam, sementara dukungan asing dan pergulatan politik setempat memperdalam perpecahan. Panduan Vietnam Utara mengikuti perkembangan negara di utara; panduan Vietnam Selatan menelusuri pemerintahan yang muncul di selatan.
Jenewa juga menangani pertempuran di Laos dan Kamboja melalui perjanjian gencatan senjata terpisah. Keadaan kedua negeri itu tidak dapat disederhanakan menjadi soal garis demarkasi Vietnam: garis tersebut dan usulan pemilu nasional 1956 berlaku untuk Vietnam. Di seluruh Indochina, berakhirnya permusuhan saat itu tidak menghapus konflik politik dan keterlibatan asing yang akan membentuk perang-perang berikutnya.
Karena itu, penyelesaian Jenewa memiliki dua arti. Ia membawa gencatan senjata dalam Perang Indochina Pertama di Vietnam dan menawarkan pengaturan militer sementara. Ia juga meninggalkan jadwal politik yang diperselisihkan; kegagalannya turut membuat pembagian itu bertahan lebih lama. Kedua akibat tersebut tidak dapat dipahami hanya dengan melihat peta.
Hal yang sering ditanyakan dalam ujian
Untuk soal sejarah dunia, hubungkan urutannya: kekalahan Prancis di Điện Biên Phủ pada Mei 1954; penyelesaian Jenewa pada Juli; pemisahan militer sementara di sekitar garis lintang ke-17; dan pemilu 1956 yang diusulkan tetapi tidak dilaksanakan. Jelaskan bahwa garis itu semula dimaksudkan sebagai garis sementara sebelum membahas pemerintahan-pemerintahan yang kemudian bersaing.
Bedakan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani dari deklarasi akhir yang tidak ditandatangani. Perjanjian pertama mengatur pemisahan militer; deklarasi kedua memuat usulan pemilu. Bedakan pula Perang Indochina Pertama dari Perang Vietnam yang menyusul. Soal tentang kesinambungan mungkin menanyakan bagaimana gencatan senjata dapat mengakhiri satu perang tetapi meninggalkan kondisi bagi perang berikutnya.
Baca selanjutnya
Pertempuran Điện Biên Phủ menjelaskan kekalahan yang mendahului penyelesaian Jenewa.
Vietnam Utara mengikuti perkembangan Republik Demokratik Vietnam setelah pembagian.
Vietnam Selatan membahas pemerintahan selatan dan perkembangannya setelah 1954.