Kisah Việt dan Đức dalam lima menit
Việt dan Đức adalah dua bersaudara yang lahir di Vietnam pada 1981 dengan tubuh bagian bawah menyatu. Setelah keadaan darurat medis membawa mereka ke Jepang untuk mendapat perawatan pada 1986, mereka kembali ke Vietnam. Dua tahun kemudian, para dokter di Kota Ho Chi Minh memisahkan keduanya dengan dukungan tenaga medis Jepang.
Kehidupan kedua bersaudara ini kerap dibahas bersama dampak jangka panjang Perang Vietnam. Perang itu berakhir sebelum mereka lahir, tetapi dampaknya terus membentuk negara tempat mereka tumbuh. Kisah mereka juga menunjukkan bagaimana hubungan yang berawal dari perawatan medis berkembang menjadi kerja sama selama bertahun-tahun dan percakapan publik tentang perdamaian.
Sang kakak, Nguyễn Việt, mengalami komplikasi serius setelah sakit pada masa kanak-kanak dan meninggal pada 2007. Nguyễn Đức menikah, menjadi ayah, dan berbicara di depan publik tentang kehidupannya. Ia meminta pendengar untuk melihat dirinya sebagaimana ia hidup sekarang, sekaligus memahami penderitaan yang ditinggalkan perang.
Masa kecil dan keadaan darurat medis
Việt dan Đức lahir pada 25 Februari 1981 di dataran tinggi tengah Vietnam. Sebagai kembar siam, mereka adalah dua orang yang tubuhnya terhubung. Mereka menghabiskan sebagian masa kecil di Rumah Sakit Từ Dũ di Kota Ho Chi Minh, dalam perawatan tenaga medis di sana.
Keadaan mereka dikenal di Jepang melalui televisi dan berbagai pemberitaan. Para pendukung membentuk kelompok untuk membantu tumbuh kembang kedua bersaudara itu, sementara masyarakat Jepang memberikan bantuan praktis. Salah satunya adalah kursi roda yang dibuat khusus agar keduanya dapat bergerak bersama. Pemberian itu berarti karena perawatan sehari-hari mencakup jauh lebih banyak daripada rencana operasi: mereka juga membutuhkan cara untuk bermain, bergerak, dan tumbuh.
Kursi roda itu juga memperlihatkan sisi kerja sama yang berbeda dari ruang operasi. Benda itu menjawab kebutuhan sehari-hari di antara kunjungan ke rumah sakit: berpindah tempat, menghabiskan waktu bersama orang lain, dan mengikuti kegiatan sehari-hari. Sebuah pemberian mungkin tampak kecil dalam sejarah hubungan internasional, tetapi berarti bagi orang yang memakainya. Perawatan medis dan bantuan praktis sama-sama menjadi bagian dari masa kecil kedua bersaudara itu.
Pada 1986, Việt mengalami ensefalopati akut, penyakit serius yang menyerang otak. Karena tubuh mereka menyatu, kondisi darurat itu mengancam kedua anak tersebut. Tim medis Palang Merah Jepang datang ke Vietnam untuk membantu, lalu keduanya dipindahkan ke Pusat Medis Palang Merah Jepang di Tokyo untuk perawatan lanjutan. Kondisi mereka stabil dan mereka kembali ke Vietnam pada tahun yang sama.
Operasi pemisahan sempat dipertimbangkan selama mereka berada di Jepang, tetapi tidak dilakukan di sana. Keputusan itu melibatkan persoalan medis dan etika yang sulit. Operasi yang akhirnya memisahkan keduanya dilakukan di Vietnam, bukan selama kunjungan mereka ke Tokyo pada 1986.
Keadaan darurat pada 1986 dan operasi pada 1988 menjawab kebutuhan yang berbeda. Peristiwa pertama merupakan respons terhadap penyakit yang membutuhkan penanganan segera; peristiwa kedua memerlukan rencana untuk dua anak yang tubuhnya terhubung. Membedakan keduanya membantu kita memahami urgensi pengobatan sekaligus persiapan panjang untuk perawatan berikutnya. Kedua bersaudara itu bukan sekadar tokoh dalam kisah hubungan antarnegara: kesehatan dan kehidupan sehari-hari mereka menjadi pusat keputusan orang-orang yang merawat mereka.
Operasi pemisahan pada 1988
Pada 4 Oktober 1988, tim medis Vietnam melakukan operasi di Rumah Sakit Từ Dũ, Kota Ho Chi Minh. Tenaga medis Palang Merah Jepang turut membantu. Pemisahan ini merupakan prosedur yang rumit, direncanakan dengan mempertimbangkan tubuh kedua bersaudara yang menyatu dan kebutuhan perawatan masing-masing anak. Keduanya selamat dari operasi.
Menyebut hasilnya sebagai pemisahan yang berhasil saja dapat mengaburkan apa yang terjadi sesudahnya. Operasi itu memberi masing-masing saudara tubuh yang terpisah, tetapi tidak menghapus dampak penyakit Việt sebelumnya atau mengakhiri kebutuhan mereka akan perawatan medis. Việt hidup dengan dampak lanjutan yang berat dan meninggal pada 2007. Dalam kehidupannya kemudian, Đức menjalani perawatan dan rehabilitasi lanjutan.
Operasi itu juga memiliki arti yang lebih luas. Tenaga medis Vietnam memimpin pekerjaan tersebut di rumah sakit mereka sendiri, sementara tenaga medis dan pendukung dari Jepang menyumbangkan sumber daya serta keahlian. Kerja sama itu tumbuh dari hubungan yang terjalin sebelum operasi dan berlanjut melalui perawatan serta pertukaran sesudahnya.
Perang, Agen Oranye, dan hal yang dapat dipastikan
Selama Perang Vietnam, militer Amerika Serikat menyemprotkan herbisida untuk menghilangkan vegetasi dan menghancurkan tanaman pangan. Salah satu campurannya, Agen Oranye, terkontaminasi dioksin yang sangat beracun. Dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan tetap menjadi bahan penelitian dan perhatian publik lama setelah pertempuran berakhir. Panduan tentang Agen Oranye menjelaskan bahan kimia itu dan dampak jangka panjangnya secara lebih terperinci.
Kelahiran kedua bersaudara itu sering dikaitkan dalam pemberitaan dengan paparan herbisida pada masa perang, dan Đức sendiri menggambarkan disabilitasnya sebagai sesuatu yang berkaitan dengan perang. Hal itu merupakan bagian penting dari kisah yang ia sampaikan kepada publik. Namun, penyebab spesifik mengapa tubuh mereka menyatu belum dipastikan dalam kasus mereka. Kemungkinan hubungan tersebut tidak boleh disajikan sebagai temuan medis yang telah terbukti.
Pembedaan ini membantu pembaca memahami dua hal sekaligus: paparan bahan kimia dapat berdampak serius pada masyarakat, sedangkan diagnosis pada seseorang memerlukan bukti tersendiri. Pembedaan itu juga mencegah kehidupan kedua bersaudara tersebut direduksi menjadi satu penjelasan saja. Pengalaman mereka mencakup penyakit, perawatan, hubungan keluarga, dan pilihan yang dibuat selama bertahun-tahun.
Urutan waktu juga membantu membedakan rangkaian peristiwa sejarah dari bukti sebab akibat. Perang berakhir sebelum kedua saudara kembar itu lahir, dan kekhawatiran tentang paparan bahan kimia berlanjut setelahnya. Fakta-fakta tersebut menjelaskan mengapa kisah mereka menjadi bagian dari percakapan publik yang lebih luas, tetapi urutan waktu saja tidak dapat memastikan penyebab suatu kondisi tertentu. Mendengarkan kisah Đức dan berhati-hati dalam menyatakan sebab dapat sama-sama menjadi bagian dari percakapan itu.
Kehidupan Đức dan hubungannya dengan Jepang
Đức menikah pada 2006 dan menjadi ayah pada 2009. Dalam sebuah wawancara, ia menceritakan kebahagiaan yang dirasakannya saat anak-anaknya lahir. Ia juga pernah bekerja di rumah sakit dan mengikuti kegiatan yang menghubungkan Vietnam dan Jepang.
Kunjungan ke Jepang memberinya kesempatan untuk berbicara dengan pelajar dan pendengar lain tentang pengalamannya serta nilai perdamaian. Pada 2024, ia menghadiri sebuah acara di Tokyo untuk film dokumenter tentang hidupnya. Ia mengatakan bahwa ia ingin orang melihat kehidupannya saat ini sebagaimana adanya dan memahami penderitaan yang ditinggalkan perang.
Permintaan itu mengubah cara kita memandang sebutan yang akrab sejak masa kecilnya. Anak yang dipanggil Đức telah tumbuh menjadi seseorang yang dapat berbicara atas namanya sendiri. Mendengarkan kisahnya berarti mengenali keluarga dan pekerjaannya, di samping riwayat medis yang pertama kali membuatnya dikenal luas.
Bagi pembaca yang baru mengenal kisah ini, nama yang digunakan pada masa kanak-kanak mungkin mengingatkan pada gambaran yang akrab dari televisi. Melihat lebih jauh dari gambaran itu berarti bertanya seperti apa kehidupan kedua bersaudara tersebut setelah kamera tidak lagi menyorot mereka. Artinya juga membiarkan kisah Đức sendiri tentang keluarga, pekerjaan, dan perdamaian ikut membentuk pemahaman kita tentang hidupnya.
Keterlibatan Jepang tidak terbatas pada satu hari yang dramatis. Para pendukung membantu menyediakan perlengkapan dan perawatan, sementara tim medis bekerja sama melintasi batas negara. Hubungan itu juga merupakan bagian dari sejarah tanggapan Jepang terhadap konflik tersebut, yang dibahas dalam Jepang dan Perang Vietnam.
Hal yang perlu diingat
Bedakan tanggal dan tempatnya: kedua bersaudara itu lahir pada 1981, dirawat di Jepang pada 1986, dan dipisahkan di Vietnam pada 1988. Tim Vietnam memimpin operasi dengan dukungan Jepang. Việt meninggal pada 2007; Đức terus berbicara tentang kehidupannya sendiri dan perdamaian.
Untuk diskusi sejarah atau kewarganegaraan, hubungkan kisah ini dengan dampak jangka panjang perang, kerja sama medis internasional, dan cara penyandang disabilitas menyampaikan pengalaman mereka sendiri. Jangan menganggap kemungkinan penyebab yang diberitakan sebagai diagnosis yang telah terbukti, atau mengira hasil operasi sudah menceritakan seluruh kehidupan salah satu dari kedua bersaudara itu.
Bacaan selanjutnya
Agen Oranye: Apa Itu dan Dampak Jangka Panjangnya di Vietnam menjelaskan herbisida tersebut dan berbagai pertanyaan tentang dampaknya.
Jepang dan Perang Vietnam menempatkan tanggapan dan hubungan Jepang dalam konteks sejarah yang lebih luas.
Penjelasan tentang Perang Vietnam memperkenalkan konflik yang dampaknya berlanjut setelah 1975.