Đổi Mới dalam lima menit
Đổi Mới berarti “pembaruan”. Partai Komunis Vietnam meluncurkan kebijakan ini pada Kongres Nasional Keenam pada Desember 1986, ketika kelangkaan barang, lemahnya produksi, dan inflasi yang cepat menunjukkan masalah mendalam dalam ekonomi terencana. Reformasi memberi rumah tangga dan pelaku usaha lebih banyak ruang untuk mengambil keputusan ekonomi, melonggarkan pengendalian harga, dan menyambut investasi asing.
Perubahan ini terjadi setelah perang panjang yang dibahas dalam panduan kami tentang Perang Vietnam dan setelah penyatuan kembali negara itu. Reformasi berlangsung bertahap, bukan melalui satu undang-undang yang disahkan pada 1986. Sejumlah percobaan dimulai lebih awal, sementara langkah-langkah besar menyusul pada 1988 dan 1989. Partai tetap memegang peran politik utama, dan negara terus membentuk arah ekonomi.
Pada 1995, Vietnam telah bergabung dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN dan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Kedua tonggak ini merupakan bagian dari pembukaan diplomatik yang lebih luas, meski tidak bisa dianggap sebagai akibat otomatis dari satu kebijakan ekonomi.
Mengapa Vietnam meluncurkan reformasi?
Setelah negara itu resmi bersatu kembali pada 1976, pemerintah berupaya mengatur produksi melalui perencanaan sosialis. Lembaga negara menetapkan target dan mengendalikan banyak harga; produksi pertanian diatur dalam koperasi, sedangkan perusahaan negara menempati posisi penting dalam industri. Pemerintah berharap dapat mengarahkan sumber daya yang terbatas untuk rekonstruksi dan pembangunan setelah puluhan tahun konflik.
Namun, kerusakan akibat perang hanyalah salah satu bagian dari masalah. Sistem perencanaan kesulitan mencocokkan hasil pertanian dan pabrik dengan kebutuhan masyarakat. Aturan pengendalian dan pengadaan bisa membuat produsen kurang terdorong untuk menghasilkan lebih banyak, sementara barang tetap langka. Inflasi yang cepat mempersulit transaksi sehari-hari dan pengelolaan anggaran rumah tangga.
Vietnam juga menghadapi situasi luar negeri yang sulit. Konflik di Kamboja dan perang dengan Tiongkok pada 1979 membebani sumber daya serta hubungan dengan negara tetangga. Ketergantungan pada bantuan dari blok Soviet membuat ekonomi rentan ketika dukungan itu melemah. Kesulitan di dalam negeri mendorong para pemimpin partai untuk memikirkan kembali cara menjalankan ekonomi sosialis.
Reformasi tidak dimulai dari nol pada Desember 1986. Percobaan sebelumnya telah memberi sejumlah petani dan perusahaan ruang terbatas untuk bekerja di luar perencanaan yang ketat. Kongres menjadikan pembaruan sebagai arah nasional; keputusan-keputusan berikutnya mengubah arah itu menjadi perubahan yang bisa dirasakan masyarakat.
Apa yang berubah melalui Đổi Mới?
Pertanian berubah lebih dahulu. Reformasi memberi rumah tangga petani peran lebih besar dalam menentukan produksi dan menjual hasilnya. Pada 1988, sebuah keputusan penting di bidang pertanian memperkuat pertanian yang dikelola rumah tangga. Undang-undang pertanahan 1993 memperjelas hak penggunaan lahan jangka panjang. Lahan tetap berada di bawah pengelolaan negara dan tidak menjadi milik pribadi tanpa batasan. Namun, hak penggunaan yang lebih terjamin dan kesempatan menjual hasil panen memberi petani dorongan lebih besar untuk berinvestasi dan meningkatkan produksi.
Beras menunjukkan perubahan itu. Vietnam beralih dari kekurangan pangan dan ketergantungan pada impor menuju posisi sebagai eksportir beras utama. Insentif yang lebih baik membantu, meski hasilnya juga bergantung pada kerja petani, infrastruktur, dan kondisi lain. Pengumuman kebijakan saja tidak langsung mengisi lumbung.
Aturan harga dan perusahaan berubah. Pada 1989, sebagian besar pengendalian harga telah dihapus sehingga harga lebih dapat menanggapi penawaran dan permintaan. Kegiatan ekonomi swasta memperoleh ruang hukum, sementara subsidi dan aturan operasional perusahaan negara berubah. Pemerintah tetap melakukan intervensi dan mempertahankan perusahaan-perusahaan negara yang penting; ekonomi pasar tidak berarti negara menghilang.
Negara membuka diri kepada dunia. Undang-undang investasi asing pada 1987 membantu membentuk kerangka bagi modal dari luar negeri. Reformasi perdagangan dan investasi memudahkan Vietnam menghubungkan produksinya dengan pelanggan dan perusahaan di luar negeri. Investasi asing dapat membawa modal, peralatan, dan akses ke pasar ekspor, sekaligus membuat ekonomi lebih terpapar pada permintaan internasional.
Perubahan-perubahan ini saling berkaitan. Petani yang lebih leluasa menentukan hasil produksi membutuhkan cara untuk menjualnya; usaha yang menanggapi harga membutuhkan akses ke bahan dan pelanggan. Perubahan pada satu aturan dapat membawa hasil lebih besar ketika aturan lain juga berubah. Proses ini turut menimbulkan penyesuaian yang sulit bagi pekerja dan perusahaan yang terbiasa mendapat dukungan negara.
Harga pasar memberi sinyal kepada pembeli dan penjual, tetapi kenaikan harga juga dapat membuat kebutuhan pokok semakin sulit dijangkau. Bagi rumah tangga, reformasi yang sama bisa membuka peluang memperoleh penghasilan sekaligus menimbulkan ketidakpastian baru tentang biaya hidup. Bagi perusahaan, berkurangnya dukungan menjadi dorongan lebih kuat untuk memenuhi permintaan, tetapi penyesuaian menjadi lebih berat jika pendapatan tidak mampu menutup biaya. Dampak ini menunjukkan bahwa reformasi mengubah pilihan sehari-hari sekaligus kebijakan pemerintah.
Perbedaan antara kepemilikan dan penggunaan juga membantu menjelaskan reformasi pertanahan. Petani dengan hak penggunaan lahan yang lebih terjamin dapat membuat rencana melampaui masa panen berikutnya, meskipun lahan itu tidak menjadi milik pribadi tanpa batasan. Apakah insentif tersebut menghasilkan peningkatan produksi juga bergantung pada akses ke kredit, transportasi, dan pembeli. Hubungan antarkondisi ini membuat hasil reformasi lebih rumit daripada sekadar peralihan dari perencanaan ke pasar.
Hasil, batasan, dan pembukaan diplomatik
Reformasi berorientasi pasar ikut mendorong peningkatan produksi, pertumbuhan ekonomi, dan penurunan kemiskinan yang besar selama beberapa dekade berikutnya. Dana Moneter Internasional melaporkan bahwa tingkat kemiskinan Vietnam turun dari hampir 60 persen pada 1993 menjadi 14 persen pada 2014 menurut ukuran yang digunakan dalam laporannya. Angka-angka ini menggambarkan perubahan dalam jangka panjang dan tidak boleh dianggap sebagai akibat dari satu keputusan saja.
Hasil pertumbuhan tidak dinikmati secara merata. Perbedaan antarwilayah dan antarrumah tangga tetap ada, sementara perubahan pada perusahaan negara dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan. Perluasan manufaktur dan perdagangan juga menimbulkan pertanyaan tentang kondisi kerja dan tekanan terhadap lingkungan. Manfaat ekonomi itu nyata, tetapi belum menjawab semua pertanyaan tentang siapa yang diuntungkan dan dengan biaya apa.
Kekuasaan politik berkembang melalui jalur yang berbeda dari pengaturan ekonomi. Partai Komunis mempertahankan peran utamanya. Dibukanya transaksi pasar dan investasi asing tidak membentuk sistem politik multipartai. Perbedaan ini penting ketika membandingkan reformasi ekonomi Vietnam dengan perubahan politik di tempat lain pada akhir Perang Dingin.
Hubungan luar negeri Vietnam juga berubah seiring waktu. Penarikan pasukannya dari Kamboja pada 1989 dan penyelesaian konflik Kamboja pada 1991 membantu menciptakan kondisi bagi hubungan regional yang lebih baik. Pada 1995, Vietnam bergabung dengan ASEAN dan Vietnam serta Amerika Serikat menormalisasi hubungan diplomatik. Peristiwa-peristiwa ini melengkapi pembukaan ekonomi, tetapi juga bergantung pada keputusan diplomatik dan keamanan di luar Đổi Mới.
Hal yang sering ditanyakan dalam ujian
Dalam sejarah dunia, hubungkan empat hal: penyatuan kembali pada 1976; peluncuran Đổi Mới pada Kongres Partai Keenam pada 1986; penerapan mekanisme pasar dengan tetap berlangsungnya kepemimpinan Partai Komunis; serta keanggotaan ASEAN dan normalisasi hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat pada 1995. Bedakan peluncuran pada 1986 dari reformasi yang dijalankan pada tahun-tahun berikutnya.
Perbandingan yang berguna adalah reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Kedua negara menerapkan perubahan berorientasi pasar di bawah kepemimpinan partai komunis, tetapi memulainya pada waktu yang berbeda dan memiliki keadaan nasional yang berbeda. Jangan menganggap reformasi pasar otomatis mengakhiri sosialisme atau pemerintahan satu partai.
Soal juga dapat menanyakan mengapa reformasi ini penting. Hubungkan krisis ekonomi awal dengan langkah seperti penguatan pertanian rumah tangga, liberalisasi harga, dan investasi asing, lalu bedakan langkah-langkah tersebut dari hasil yang muncul kemudian, seperti pertumbuhan ekspor dan penurunan kemiskinan. Untuk penjelasan bergaya AP, tunjukkan bagaimana kebijakan dalam negeri dan integrasi internasional saling memengaruhi tanpa menyatakan bahwa salah satunya hanya memiliki satu penyebab.
Bacaan selanjutnya
Penyatuan kembali Vietnam pada 1976 menjelaskan titik awal politik bagi ekonomi pascaperang.
Perang Tiongkok-Vietnam 1979 menempatkan kesulitan ekonomi Vietnam dalam konteks masalah keamanan regionalnya.
Sejarah Vietnam menempatkan pembaruan dan pembukaan internasional negara itu dalam konteks sejarah yang lebih panjang.