Dalam lima menit
Pada April 1288, dalam Pertempuran Bạch Đằng, pasukan Đại Việt yang dipimpin Trần Hưng Đạo menjebak armada laut Yuan di Sungai Bạch Đằng dan menghancurkan sebagian besar armada itu. Yuan adalah dinasti yang didirikan oleh Kubilai Khan. Serangan ini merupakan upaya ketiga Yuan menaklukkan negara Trần di wilayah yang kini menjadi Vietnam utara. Kemenangan di Bạch Đằng mengakhiri invasi tersebut.
Pertempuran berlangsung dari matahari terbit hingga terbenam pada 9 April, tetapi persiapannya dimulai pada Maret. Ada tiga hal yang perlu dipahami: Dinasti Trần yang memerintah Đại Việt dari 1225 hingga 1400; invasi Yuan sebelum pertempuran sungai itu; dan pasak kayu yang ditancapkan ke dasar sungai untuk memanfaatkan perubahan pasang surut. Pasak-pasak inilah inti kisahnya.
Latar belakang: Đại Việt sebelum Dinasti Trần
Đại Việt (大越) adalah negara merdeka yang berpusat di delta Sungai Merah, di wilayah utara Vietnam sekarang. Para penguasanya telah lama mempertahankan pesisir dan jalur sungai dari pasukan Tiongkok. Kemenangan sebelumnya yang paling terkenal di sungai yang sama terjadi pada 938, ketika panglima Ngô Quyền menggunakan pasak di dalam air untuk mengalahkan armada dari Tiongkok selatan. Para penulis sesudahnya kerap membandingkan kedua pertempuran itu.
Dinasti Lý memerintah sejak 1009. Pendirinya memindahkan ibu kota pada 1010 ke Thăng Long, di lokasi Hanoi sekarang. Kekuasaannya melemah pada 1220-an. Sekitar 1225, seorang pangeran Trần bernama Trần Cảnh, yang kemudian dikenal sebagai Kaisar Thái Tông, naik takhta. Pejabat berpengaruh Trần Thủ Độ menjadi tokoh utama di balik peralihan kekuasaan itu.
Dinasti Trần mempertahankan takhta sampai 1400, ketika Hồ Quý Ly menggulingkan kaisar muda dan mendirikan Dinasti Hồ. Untuk melihat rangkaian dinasti ini secara lebih luas, artikel utama Dinasti Vietnam dan Pemerintahan Prancis (1428–1945) menempatkan periode tersebut dalam konteksnya.
Siapakah Dinasti Yuan?
Dinasti Yuan adalah negara yang diperintah bangsa Mongol dan dibangun Kubilai Khan di Tiongkok. Ia mengganti nama dinastinya menjadi Yuan Agung pada 1271, dan pasukannya bergerak jauh melampaui perbatasannya. Ekspedisi besar pertama dari dua serangan terhadap Jepang berangkat pada November 1274, sedangkan yang kedua pada musim panas 1281. Dalam sejarah Jepang, kedua serangan ini disebut 元寇. Serangan ke Vietnam merupakan bagian dari perluasan yang sama: istana Yuan berada di balik perang melawan Trần maupun invasi ke Jepang.
Istana Yuan mengharapkan para penguasa di selatan mengakui kekuasaannya dan mengirim upeti. Dinasti Trần tidak sepenuhnya tunduk, dan Yuan menanggapinya dengan mengirim pasukan. Setiap kampanye memerlukan makanan, kuda, dan kapal, sehingga logistik sama pentingnya dengan pertempuran.
Tiga invasi dalam sekitar tiga puluh tahun
Invasi Yuan pertama ke Đại Việt pada 1258 dipimpin Uriyangkhadai, putra Jenderal Subutai, dengan pasukan yang datang dari Yunnan. Yuan merebut ibu kota Thăng Long dan membuat istana Trần dilanda krisis.
Invasi kedua pada 1285 dipimpin Pangeran Toghan, putra Kubilai Khan. Pasukan Yuan kembali merebut Thăng Long pada awal 1285, sementara Trần Hưng Đạo memimpin pasukan Đại Việt. Yuan meninggalkan ibu kota itu pada Juni 1285.
Invasi ketiga dimulai pada musim gugur dan musim dingin 1287. Armada Yuan berlayar dari Qinzhou pada Desember 1287. Toghan memimpin pasukan darat, sedangkan Omar memimpin ekspedisi laut. Peta di bawah menunjukkan ekspedisi Mongol ke Vietnam secara lebih luas, termasuk serangan terakhir ini.

Pasukan Yuan bergantung pada perbekalan yang diangkut melalui sungai dan jalan sempit, sementara pasukan Trần berulang kali menyerang jalur tersebut. Pada akhir Januari 1288, Trần Hưng Đạo dan Trần Khánh Dư, dengan sekitar 30 kapal perang, menyerang armada perbekalan Yuan di bawah Zhang Wenhu dekat Pulau Vân Đồn dan memaksanya mundur menuju Hainan. Pada awal 1288, kekurangan makanan mulai menekan pasukan penyerbu dan mereka mulai mundur.
Para panglima
Trần Hưng Đạo, yang bernama pribadi Trần Quốc Tuấn, adalah seorang pangeran dari keluarga kerajaan Trần. Ia memimpin pasukan Đại Việt dalam kampanye 1285 dan 1288, dan dikenal sebagai perancang jebakan pasak di Bạch Đằng. Trần Khánh Dư bertempur bersamanya dalam pertempuran di Vân Đồn.
Di pihak Yuan, Toghan memimpin pasukan darat. Ia adalah putra Kubilai Khan dan telah memimpin pasukan dalam invasi 1285. Ekspedisi laut dipimpin oleh Omar, yang juga terlibat dalam operasi Yuan sebelumnya melawan Đại Việt. Omar ditawan setelah pertempuran.
Bagaimana pasang surut menentukan pertempuran
Bạch Đằng adalah sungai yang dipengaruhi pasang surut, dan itulah kunci pertempuran ini. Permukaan air naik dan turun dua kali sehari. Alur yang dapat dilalui saat pasang bisa berubah menjadi perairan dangkal dan berlumpur saat surut. Kapal yang tidak dapat berputar atau mundur di air dangkal mudah dihentikan, sedangkan kapal yang tersangkut pasak kayu mudah dihancurkan.
Karena itu, pemilihan waktu sama pentingnya dengan persenjataan. Para penyerang perlu mengetahui kapan air akan surut, di mana alur sungai berada, serta letak karang dan ceruk tersembunyi. Pasak dipasang agar tetap berada di bawah air saat pasang dan muncul ketika air turun. Armada Yuan memasuki sungai pada waktu yang menguntungkan jebakan itu, bukan pada waktu yang aman bagi mereka.
Pasak di Sungai Bạch Đằng
Sebelum memasang jebakan di air, Trần Hưng Đạo mempelajari pasang surut dan alur sungai. Pasak kayu berujung besi ditancapkan ke dasar alur Chanh, Kênh, dan Rút. Saat pasang, pasak tersembunyi di bawah air. Saat surut, pasak itu muncul.
Jebakan itu memiliki dua bagian. Perahu Đại Việt menunggu di ceruk tersembunyi di belakang karang bernama Ghềnh Cốc. Armada Yuan memasuki sungai saat air pasang dan berlayar masuk ke dalam jebakan. Ketika air surut, kapal-kapal Yuan terdampar pada pasak yang muncul, dan perahu Đại Việt yang menunggu keluar untuk menyerang. Satu catatan menyebutkan bahwa pertempuran berlangsung dari matahari terbit hingga terbenam.
Sejarawan Lê Văn Lan menggambarkan persiapannya dilakukan pada malam hari saat air pasang, lalu serangan dilancarkan pada pagi buta. Air yang surut pada pagi hari membuat kapal-kapal Yuan tidak memiliki jalan kembali ke laut lepas. Jebakan itu bukan sekadar serangan mendadak, melainkan rangkaian tindakan terencana yang bergantung pada pembacaan kondisi air dengan tepat.
Pasak-pasak itu bukan hanya bagian dari cerita. Pada November 2019, para penggali di komune Liên Khê, distrik Thủy Nguyên, Hải Phòng, menemukan pasak kayu dekat tanggul Sungai Đá Bạc. Tingginya sekitar 3 hingga 4 meter dengan diameter sekitar 30 sentimeter. Pada akhir November, penggalian mencakup 950 meter persegi dan menghasilkan 27 pasak. Penanggalan karbon-14 menempatkan kayu tersebut antara 1270 dan 1430, rentang yang mencakup tahun 1288.
Lê Văn Lan berpendapat bahwa temuan itu menunjukkan adanya sistem jebakan terencana di sepanjang sungai, bukan satu pertempuran yang berdiri sendiri.

Pertempuran pada 9 April 1288
Pada Maret 1288, pasukan Yuan sedang mundur. Trần Hưng Đạo mulai menyiapkan medan pertempuran pada bulan itu dengan memasang pasak dan menyembunyikan perahu di balik karang dan anak-anak sungai di sepanjang tepian. Pada 5 Maret, Toghan meninggalkan Thăng Long menuju pangkalan Yuan yang dibentengi di Vạn Kiếp. Pada 30 Maret, ia memerintahkan penarikan mundur menuju Tiongkok. Jalur mundur Yuan akan melewati Sungai Bạch Đằng.
Armada Yuan di bawah komando Omar memasuki Bạch Đằng pada pagi buta tanggal 9 April 1288, saat air pasang. Kapal-kapal itu bergerak semakin jauh ke dalam alur sungai, lalu air yang surut menutup jebakan. Omar ditangkap. Laksamana Yuan lainnya, Fan Yi, melompat ke sungai dan dibunuh oleh pasukan Đại Việt.
Kemenangan ini ditentukan oleh perencanaan sekaligus kekuatan tempur. Para panglima membaca pasang surut, memasang pasak, dan menutup jalan keluar; rencana itu berhasil. Armada besar yang terpaksa bertempur di tempat dan waktu yang salah bisa menjadi tak berdaya, berapa pun jumlah kapalnya.
Kekuatan dan korban
Tidak ada jumlah pasukan yang pasti dari masa itu, sehingga angka-angka berikut merupakan kisaran dari catatan sekunder. Kekuatan laut Yuan diperkirakan sekitar 500 kapal perang dan 70 kapal angkut, dengan sekitar 18.000 tentara. Perkiraan jumlah seluruh pasukan Yuan berkisar antara sekitar 94.000 hingga 170.000 orang; angka yang lebih besar mencakup seluruh kampanye 1287 hingga 1288. Pihak Đại Việt disebut memiliki sekitar 50.000 orang.
Jumlah korban sama tidak pastinya. Satu catatan menyebut sekitar 80.000 orang Yuan tewas atau tertangkap dalam pertempuran, sementara catatan lain memperkirakan sekitar 90.000 orang Yuan tewas sepanjang kampanye 1287 hingga 1288, sebagian besar terbunuh atau tenggelam. Korban tewas Đại Việt dalam pertempuran disebut sekitar 4.000 hingga 4.500 orang. Terlepas dari angka pastinya, sebagian besar armada Yuan hilang dan pasukan daratnya mundur.
Apa yang terjadi sesudahnya
Omar tewas tenggelam pada 1289, ketika kapal yang membawanya sengaja ditenggelamkan di laut. Kubilai Khan dilaporkan mengasingkan Toghan ke Yangzhou.
Kubilai Khan meninggal pada 1294 dan digantikan oleh Temür Khan. Tidak ada invasi Yuan baru ke Đại Việt setelah itu, dan negara Trần mempertahankan kemerdekaannya sampai 1400.
Dinasti Trần berakhir pada 1400, ketika Hồ Quý Ly menggulingkan Kaisar Thiếu Đế yang masih muda, cucunya dari pihak ibu, dan mendirikan Dinasti Hồ. Kemenangan tahun 1288 membuat dinasti itu menjalani seratus tahun terakhirnya tanpa pasukan Yuan di perbatasan.
Mengapa pertempuran ini penting
Kemenangan di Bạch Đằng mengakhiri kampanye Yuan melawan Đại Việt. Pertempuran ini juga menempatkan Trần Hưng Đạo sebagai panglima utama dalam ingatan Vietnam tentang abad ke-13, dan reputasinya bertumpu pada kemenangan tersebut.
Jebakan yang memanfaatkan pasang surut dan pasak menunjukkan bagaimana pasukan yang lebih kecil dapat menghadapi armada yang lebih besar dengan memanfaatkan kondisi setempat. Pertempuran ini juga memperlihatkan kesinambungan sejarah. Sungai yang sama pernah menjadi lokasi jebakan pasak pada 938. Hubungan itulah salah satu alasan pertempuran ini diajarkan sebagai bagian dari tradisi panjang perlawanan Vietnam terhadap kekuatan dari utara, bukan sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.
Hal yang sering ditanyakan dalam ujian
Jika topik ini muncul dalam ujian, perkirakan pertanyaan tentang mengapa pasukan yang lebih kecil dapat mengalahkan penyerbu yang lebih besar. Sebutkan pasak, pasang surut, dan medan sungai, lalu hubungkan dengan masalah perbekalan yang mendorong Yuan mundur. Soal perbandingan dapat menanyakan persamaan antara pertempuran 1288 dan kemenangan Ngô Quyền pada 938 di sungai yang sama: pemanfaatan medan, pasak, dan waktu yang tepat.
Siapkan juga penjelasan tentang kaitannya dengan Jepang. Yuan menyerang Jepang pada 1274 dan 1281, yang dalam sejarah Jepang disebut 元寇. Kampanye di Vietnam dan invasi ke Jepang merupakan bagian dari perluasan kekuasaan oleh istana Yuan yang sama, sehingga jawaban yang kuat menempatkan keduanya dalam satu konteks.
Bacaan berikutnya
Untuk gambaran lebih luas tentang periode ini, mulailah dengan Dinasti Vietnam dan Pemerintahan Prancis (1428–1945), artikel utama yang menghubungkan berbagai tulisan tentang topik ini. Untuk sejarah negeri itu yang lebih panjang, baca Sejarah Vietnam: Dinasti, Kekaisaran, dan Perang. Untuk masa setelah Dinasti Trần, baca Dinasti Lê dan Perpecahan Trịnh–Nguyễn. Untuk memahami perubahan tulisan dan budaya pada masa dinasti-dinasti tersebut, baca Chữ Nôm dan Quốc Ngữ: Mengapa Vietnam Berhenti Menggunakan Aksara Tionghoa.