Jawaban singkatnya: The Let Them Theory karya Mel Robbins adalah kebiasaan praktis untuk dipakai saat merasa kesal, sedangkan gagasan pemisahan tugas dalam The Courage to Be Disliked adalah cara bertanya tentang siapa sebenarnya pemilik suatu persoalan. Let Them meminta Anda melepas kendali atas pilihan orang lain. Pemisahan tugas meminta Anda memastikan lebih dulu tugas apa saja yang bisa Anda kerjakan. Jika digabungkan, keduanya memperlihatkan dua sisi dari pertanyaan yang sama: apa yang perlu dilepas dan apa yang perlu diambil.
Apa yang diminta masing-masing pendekatan
The Let Them Theory bertujuan membantu Anda berhenti berusaha mengatur setiap orang dan segala hal di sekitar. Praktiknya terdiri dari dua bagian. Ketika menghadapi pilihan atau kritik dari orang lain, Anda mengucapkan “let them”. Setelah itu, Anda mengucapkan “let me” untuk memilih respons, batasan, atau permintaan Anda sendiri.
The Courage to Be Disliked disajikan dalam bentuk yang berbeda. Buku ini berupa dialog antara seorang filsuf dan seorang pemuda, dengan nuansa Adlerian. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pemisahan tugas, yaitu memisahkan tugas Anda dari tugas orang lain. Fokusnya bukan sekadar merasa lebih tenang, melainkan mengubah hidup Anda sendiri tanpa menunggu persetujuan orang lain.
Let Them: membiarkan pilihan orang lain tetap menjadi miliknya
Bagian pertama Let Them Theory ditujukan pada momen gesekan. Rekan kerja yang tidak membalas pesan, anggota keluarga yang tidak setuju dengan rencana Anda, atau teman yang memilih opsi yang tidak akan Anda pilih. Dalam situasi seperti itu, refleks yang muncul biasanya ingin memperbaiki orang tersebut, meluruskan informasi, atau memenangkan perdebatan. Langkah “let them” menghentikan refleks itu dan mengingatkan bahwa keputusan tersebut milik mereka.
Ini bukan berarti tidak peduli. Ini adalah keputusan tentang ke mana energi Anda diarahkan. Fokus teori ini adalah respons dan energi Anda sendiri, bukan apa yang orang lain pikirkan, pilih, atau lakukan. Ketika perhatian tidak lagi terkuras oleh hasil yang berada di luar kendali, sisanya bisa dipakai untuk hal yang benar-benar bisa Anda kerjakan.
Sebagai contoh hipotetis, anggap atasan Anda menyetujui rencana yang menurut Anda lemah. Alih-alih menghabiskan sore untuk menyusun bantahan, Anda mengucapkan “let them” terhadap keputusan itu, lalu kembali ke bagian pekerjaan Anda sendiri. Gerakan sederhana ini bisa diulang beberapa kali dalam sehari.
Let Me: respons, batasan, dan permintaan Anda
Bagian kedua membuat praktik ini menjadi aktif. “Let me” mengembalikan perhatian pada hal-hal yang bisa Anda kendalikan: cara Anda merespons, batasan yang Anda tetapkan, dan apa yang Anda minta. Membiarkan orang lain memilih tidak berarti Anda berhenti memilih. Artinya, langkah berikutnya adalah milik Anda.
Dalam contoh hipotetis tadi, “let me” bisa berarti meminta atasan menentukan tanggal tinjauan yang singkat, atau memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan tambahan demi menyelamatkan rencana itu. Keduanya adalah tindakan yang bisa Anda lakukan tanpa mengubah orang lain.
Perbedaan kecil seperti ini penting. Jika Anda hanya mengucapkan “let me” tanpa tahu tugas siapa yang sedang dihadapi, tindakan Anda bisa terasa tepat tetapi sebenarnya menyentuh wilayah orang lain. Karena itu, kedua langkah sebaiknya saling melengkapi.
Pemisahan tugas: di mana tanggung jawab dimulai
Pemisahan tugas dimulai dari pertanyaan yang berbeda. Sebelum menanggapi suatu situasi, tanyakan tugas siapakah itu. Dalam dialog buku ini, gagasannya adalah memisahkan tugas Anda dari tugas orang lain. Tugas Anda adalah hal-hal yang bisa langsung Anda kerjakan. Tugas orang lain tetap menjadi milik mereka, meskipun Anda ikut terdampak oleh hasilnya.
Cara pandang ini membuat letak tanggung jawab menjadi jelas. Rencana belajar Anda, pesan yang Anda kirim, tindak lanjut, dan batasan Anda adalah hal yang bisa Anda bentuk. Apakah orang lain belajar, membalas, atau setuju adalah tugas mereka.
Pertanyaan “tugas siapa ini?” tidak membuat Anda dingin terhadap orang lain. Pertanyaan ini hanya membantu Anda berhenti menghabiskan energi untuk hasil yang tidak bisa Anda hasilkan sendiri. Ia juga memberi jeda sebelum bereaksi, sehingga langkah berikutnya dipilih dengan sadar, bukan secara otomatis.
Perbedaan dan titik temu kedua gagasan
Perbedaannya terletak pada penekanan. Let Them Theory adalah praktik singkat yang bisa diulang dan dipakai saat kesal, dengan dua langkah yang mudah diingat. Pemisahan tugas adalah lensa yang lebih luas untuk memahami tanggung jawab, disajikan lewat percakapan filosofis, bukan daftar periksa.
Titik temunya nyata. Keduanya mengakui bahwa Anda tidak bisa mengendalikan pilihan orang lain, dan keduanya mengembalikan perhatian pada tindakan Anda sendiri. Orang yang mengucapkan “let them” lalu bertanya “apakah ini tugas saya?” sedang menggunakan keduanya sekaligus.
Perbedaan paling jelas ada pada cakupan melepaskan. Let Them dibangun di sekitar respons terhadap pilihan dan kritik orang lain. Pemisahan tugas berlaku untuk setiap situasi ketika Anda belum yakin apa yang menjadi milik Anda. Karena cakupannya lebih luas, pendekatan ini juga memaksa Anda menjawab pertanyaan yang lebih sulit, yaitu kapan harus bertindak.
Ketika sekadar mundur tidak cukup
Ada catatan penting agar kedua gagasan ini tidak disalahpahami: mundur bukan berarti tidak pernah bertindak. Ketika keselamatan, bahaya serius, atau tanggung jawab Anda sendiri dipertaruhkan, tindakan langsung mungkin tetap diperlukan. Membiarkan seseorang membuat pilihan tentang hidupnya berbeda dengan mengabaikan risiko yang berdampak pada Anda atau orang lain.
Sebagai contoh hipotetis, jika perilaku seorang teman serumah menciptakan risiko keselamatan yang nyata di rumah bersama, mengucapkan “let them” bukanlah akhir dari persoalan. Tanggung jawab Anda, seperti berbicara langsung, menghubungi pemilik rumah, atau meminta bantuan, bisa tetap menuntut tindakan langsung. Let Them Theory dapat membantu Anda mendekati percakapan itu, tetapi tidak seharusnya membuat Anda melewatkan langkah yang diperlukan.
Sebelum memutuskan, tanyakan apakah ada orang yang berisiko terluka, apakah ada kewajiban yang tidak bisa dialihkan kepada orang lain, dan apakah tindakan Anda hanya menyangkut diri sendiri. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu menentukan seberapa jauh Anda boleh mundur.
Urutan praktik untuk satu minggu
Jika Anda ingin mencoba kedua gagasan ini bersama, berikut urutan sederhana selama tujuh hari:
- Hari 1: catat satu momen kesal dan ucapkan “let them” dalam hati sebelum membalas.
- Hari 2: setelah setiap “let them”, tuliskan satu hal yang akan Anda lakukan sendiri.
- Hari 3: daftar tugas dalam satu masalah yang sedang berjalan, lalu tandai mana yang milik Anda.
- Hari 4: pilih satu batasan yang bisa Anda tetapkan, dan susun permintaan yang jelas.
- Hari 5: tinjau kembali item dalam daftar yang memang bisa Anda tindak lanjuti.
- Hari 6: periksa apakah ada situasi yang memerlukan tindakan langsung demi keselamatan atau tanggung jawab.
- Hari 7: pertahankan langkah yang membantu dan tinggalkan yang tidak berguna.
Untuk gambaran yang lebih lengkap, Anda dapat membaca ringkasan kedua buku di FiveMinRead: The Let Them Theory dan The Courage to Be Disliked.