Jika minggu Anda terasa terlalu padat, dua buku ini sering disebut berdampingan: Essentialism karya Greg McKeown dan Four Thousand Weeks karya Oliver Burkeman. Jawaban singkatnya begini. Essentialism berguna sebagai kacamata untuk meninjau komitmen dan memilih kontribusi yang paling penting. Four Thousand Weeks membantu Anda menghadapi kenyataan bahwa sebagian kemungkinan yang bermakna akan tetap tidak tersentuh, apa pun pilihan Anda. Keduanya lebih tumpang tindih daripada kesan judulnya. Essentialism juga menolak gagasan untuk mengerjakan semuanya.
Titik temu kedua buku
Menurut halaman buku di situs penulisnya, Essentialism berpusat pada menjelajahi dan mengevaluasi pilihan, menyingkirkan hal yang tidak esensial, lalu menjalankan pilihan dengan fokus pada kontribusi yang berarti. Pratinjau bab pertamanya menyampaikan poin yang lebih lugas: banyak pilihan menarik melampaui sumber daya yang kita miliki, sehingga memilih berarti menerima pertukaran yang nyata, bukan mencoba memuat semuanya.
Menurut halaman buku Oliver Burkeman, Four Thousand Weeks membahas penerimaan atas waktu yang terbatas dan kendali yang terbatas. Tindakan yang bermakna tetap bisa berjalan tanpa harus mengerjakan segalanya dan tanpa menunggu ketidakpastian hilang. Esai pendamping penulis menghubungkan penerimaan atas waktu yang tersedia dengan memilih tindakan yang benar-benar layak dijalankan.
Jika dibaca berdampingan, perbedaannya terletak pada cara menghadapi rasa tidak nyaman saat melepas sesuatu. Essentialism mendorong Anda meninjau komitmen dengan tegas dan berani memangkas. Four Thousand Weeks mengajak Anda berdamai dengan kenyataan bahwa sekuat apa pun memangkas, hal baik tetap tertinggal. Keduanya tidak saling meniadakan. Orang yang meninjau komitmen tetap harus menerima apa yang tersisa, dan orang yang menerima batas tetap memerlukan dasar untuk memutuskan batas mana yang dijaga.
Jika Anda masih bingung harus mulai dari mana, panduan kami tentang memilih buku produktivitas berdasarkan masalah yang Anda hadapi bisa menjadi titik awal. Untuk contoh prioritas mingguan, baca cara menentukan prioritas mingguan dengan tiga kerangka buku. Ringkasan masing-masing buku tersedia di halaman Essentialism dan Four Thousand Weeks.
Contoh minggu yang kelebihan beban
Bagian berikut bersifat hipotetis dan hanya ilustrasi. Ini bukan kisah nyata tentang seseorang, dan bukan pengukuran hasil. Bayangkan pembaca fiktif FiveMinRead bernama Mei. Setelah pekerjaan, urusan rumah tangga, dan istirahat, Mei hanya punya 6 jam minggu ini yang benar-benar bisa ia atur sendiri.
Mei ingin melakukan tiga hal. Ia ingin menyusun draf portofolio untuk lamaran kerja selama 4 jam, ikut kelompok baca selama 2 jam, dan membantu teman pindahan rumah selama 3 jam. Totalnya 9 jam. Ketiganya bernilai, jadi masalahnya bukan pada hal sepele. Ia kekurangan 3 jam.
Dua di antaranya sudah menjadi komitmen. Mei sudah berjanji membantu temannya pada Sabtu selama 3 jam, dan ia sudah menyanggupi draf portofolio 4 jam dengan tenggat Senin. Kelompok baca belum ia sanggupi. Komitmen yang sudah ada berjumlah 7 jam, lebih dari 6 jam yang tersedia. Menolak kelompok baca saja tidak menyelesaikan masalah ini.
Dengan kacamata Essentialism, sebelum menerima komitmen baru Mei bisa menanyakan kontribusi nyata apa yang dihasilkan, kapan tenggat yang sebenarnya, apakah orang lain bisa membantu, dan lingkup apa yang sudah dijanjikan. Pertanyaan-pertanyaan itu menunjukkan bahwa draf portofolio masih punya ruang untuk dipersempit.
Menegosiasikan ulang lingkup
Di sini kedua kacamata dipakai secara berurutan. Pertama, Mei mengajukan pertanyaan dari Essentialism tadi: apa kontribusi draf itu, kapan tenggat sebenarnya, siapa yang bisa membantu, dan persisnya apa yang telah ia janjikan. Jawabannya menunjukkan bahwa draf portofolio adalah komitmen yang paling mungkin diubah lingkupnya. Ia bisa menawarkan versi minimum: satu studi kasus, bukan dua kasus yang dipoles. Dengan draf 3 jam dan bantuan 3 jam untuk teman, totalnya 6 jam. Pas, tanpa sisa waktu.
Pilihan ini hanya berhasil jika penerima menerima perubahan lingkup itu. Jika pihak perekrut membutuhkan dua studi kasus, draf 3 jam tidak akan memenuhi kebutuhan mereka. Langkah yang jujur adalah membicarakan tenggat atau meminta bantuan dengan kesepakatan semua pihak. Mei sebaiknya tidak diam-diam menulis ulang janjinya lalu berharap hasilnya tetap diterima.
Perhatikan juga apa yang tidak dijanjikan rencana ini. Tidak ada penghematan waktu yang dijamin, dan tidak ada satu jam gratis yang muncul. Yang dilakukan rencana ini hanyalah membuat pertukaran terlihat jelas. Kelompok baca ditunda, bukan dibatalkan, dan draf menjadi lebih kecil daripada yang diinginkan Mei.
Ketika kehilangan itu nyata
Kelompok baca adalah bagian tersulit. Mei masih benar-benar menginginkannya, dan melepasnya minggu ini tidak membuatnya kehilangan nilai. Pendekatan Four Thousand Weeks membantu di sini. Kehilangan itu perlu disebut dengan jelas, bukan diabaikan. Mei sebaiknya memberi tahu kelompok baca sekarang bahwa ia tidak akan hadir, agar ketidakhadirannya tidak baru terasa belakangan.
Rencana ini juga tidak menjanjikan bahwa minggu depan pasti muat. Mei menjadwalkan tinjauan pada hari Senin. Tinjauan itu membuat pilihan tetap terlihat dan memberi titik acuan, bukan utang yang harus dikejar. Bantuan pindahan adalah bagian dari hubungan, bukan gangguan, dan rencana memperlakukannya demikian.
Dua cabang skenario menunjukkan mengapa rencana ini tetap terbuka. Misalnya pindahan ternyata memakan 4 jam. Totalnya menjadi 7 jam, sehingga Mei perlu meninjau ulang lingkup atau tenggat draf yang sudah disepakati, atau mencari bantuan tambahan dengan persetujuan. Ia tidak boleh diam-diam mengambil waktu istirahatnya. Dalam skenario kedua, Mei menyelesaikan draf 3 jam tetapi menyesal karena melewatkan kelompok baca. Penyesalan itu bukan bukti bahwa perencanaannya gagal. Itu harga dari kesempatan yang berharga. Mengenali harga itu berbeda dengan menambah tugas demi membuktikan bahwa pilihannya benar.
Perbedaan ini penting. Kelebihan beban yang praktis sering membutuhkan perubahan dari luar, seperti negosiasi, pembagian tugas, atau koordinasi. Rasa tidak nyaman karena kehilangan yang tidak terhindarkan membutuhkan respons yang berbeda. Sebagian kewajiban di pekerjaan, perawatan keluarga, atau rumah tangga bersifat wajib dan tidak bisa disebut tidak esensial hanya karena terasa berat. Kewajiban seperti itu biasanya perlu koordinasi dan dukungan, bukan rasa bersalah.
Memilih di antara kedua kacamata
Kedua buku ini bukan studi perbandingan hasil, dan tidak ada bukti di sini bahwa salah satunya pasti lebih baik bagi semua orang. Pertanyaan yang lebih berguna adalah masalah apa yang sedang Anda hadapi sekarang. Mulailah dari Essentialism jika komitmen datang begitu saja, Anda sering berkata iya secara otomatis, dan belum memeriksa harga dari setiap iya itu. Mulailah dari Four Thousand Weeks jika Anda sebenarnya bisa memilih, tetapi terus menunggu jadwal yang sempurna sebelum berkomitmen. Jika keduanya terasa cocok, gunakan kedua kacamata lalu ambil satu keputusan konkret.
Setelah tahu masalah utamanya, isi lembar keputusan sederhana untuk satu minggu:
- jam yang benar-benar tersedia setelah pekerjaan, urusan rumah, dan istirahat;
- janji dan tenggat yang sudah ada, lengkap dengan tanggalnya;
- alternatif yang diinginkan, beserta perkiraan jamnya;
- pilihan pertama dengan lingkup terbatas yang bersedia Anda terima;
- hal yang tetap belum terselesaikan, dan siapa yang akan Anda beri tahu;
- pemicu untuk meninjau ulang rencana, dan tanggal tinjauannya.
Akhiri latihan ini dengan dua kalimat konkret: satu komitmen yang benar-benar akan Anda pegang, dan satu penolakan yang jujur untuk disampaikan minggu ini. Jika Anda ingin contoh prioritas mingguan yang lebih rinci, lihat kembali panduan kami tentang prioritas mingguan.