Scout mindset memeriksa apakah keyakinan Anda sesuai dengan bukti. Growth mindset membahas apakah kemampuan dapat berkembang dan bagaimana Anda bisa mempelajarinya. Pemeriksaan keyakinan tidak otomatis mengajarkan keterampilan; latihan keterampilan juga tidak membuktikan bahwa penjelasan Anda benar. Keduanya bisa digunakan pada masalah yang sama tanpa menjadi sinonim.
Penjelasan dari para penulis
Untuk melihat perbedaan ini dengan jelas, kita perlu merujuk pada penjelasan langsung dari para penulisnya:
- Menurut Julia Galef, scout mindset berpusat pada mengenali kesalahan, memeriksa asumsi, dan mengubah arah tindakan berdasarkan bukti baru.
- Galef juga menjelaskan bahwa pola pikir ini membedakan antara keinginan menyelidiki kebenaran objektif dengan dorongan mempertahankan keyakinan yang sudah ada demi kenyamanan emosional.
- Di sisi lain, Carol Dweck menjelaskan bahwa growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dasar dapat dikembangkan melalui kerja keras, strategi yang efektif, dan bantuan dari orang lain.
- Dweck mengingatkan agar kita tidak hanya memuji usaha tanpa hasil, mengabaikan kesenjangan belajar yang nyata, atau menganggap pola pikir manusia bersifat permanen dan kaku.
Contoh fiksi: Presentasi Kerja Linh
FiveMinRead menulis ilustrasi fiksi tentang Linh ini. Ini bukan kasus dari kedua buku atau hasil penelitian. Sumber di atas menjelaskan pandangan penulis, bukan studi pembanding efektivitas, dan artikel ini tidak merangkum seluruh buku. Linh baru saja menyelesaikan presentasi proyek di kantornya. Beberapa rekan kerja memberikan banyak pertanyaan kritis. Linh langsung berasumsi: "Rekan-rekan kerja tidak menyukai proposal saya, dan saya memang tidak berbakat dalam menyajikan data grafik dengan jelas."
Pada kenyataannya, umpan balik yang diketahui dalam contoh ini menyangkut grafik: grafik yang disajikan Linh tidak mencantumkan garis dasar pembanding (baseline) dan label sumbunya tidak jelas. Mari kita bedah bagaimana Linh dapat menggunakan kedua pola pikir ini untuk memperbaiki situasinya.
1. Menerapkan Scout Mindset pada Keyakinan Anda
Untuk memeriksa keyakinannya, Linh perlu memisahkan observasi objektif dari interpretasi subjektifnya:
- Observasi: Dua orang rekan kerja menanyakan mengapa tidak ada data pembanding pada grafik.
- Interpretasi Linh: Mereka tidak menyukai proposal saya secara keseluruhan.
Dengan scout mindset, Linh akan mencari bukti yang dapat membantah interpretasinya. Ia memeriksa kembali catatan rapat dan melihat bahwa rekan kerjanya menanyakan pembanding pada grafik; pendapat mereka tentang usul keseluruhan belum diketahui. Linh menunda kesimpulan emosionalnya dan menyadari bahwa ia kekurangan bukti untuk menyatakan bahwa rekan-rekannya membenci proposal tersebut.
2. Menerapkan Growth Mindset pada Kemampuan Anda
Alih-alih melabeli dirinya sebagai orang yang "tidak berbakat menyajikan data," Linh menerapkan growth mindset dengan fokus pada satu keterampilan spesifik yang bisa dilatih:
- Linh memutuskan untuk menggambar ulang satu grafik tersebut dengan menambahkan garis dasar dan label yang jelas.
- Ia meminta seorang rekan kerja untuk membaca grafik baru tersebut tanpa penjelasan tambahan untuk menguji keterbacaannya.
- Jika rekan tersebut masih bingung, Linh akan mencoba strategi visual lain atau meminta masukan spesifik mengenai tata letak data.
Pendekatan ini berfokus pada tindakan nyata dan strategi baru, bukan sekadar bekerja lebih keras tanpa arah pada grafik yang salah.
Irisan dan Perbedaan di Antara Keduanya
Meskipun berbeda, kedua pola pikir ini dapat saling mendukung, namun kegagalan pada salah satunya dapat menghambat kemajuan Anda:
- Bisa belajar, tapi menutup mata (Growth tanpa Scout): Anda sangat bersemangat mempelajari desain grafik baru, tetapi Anda menolak melihat bukti bahwa audiens Anda sebenarnya tidak memahami pesan utama dari grafik tersebut.
- Melihat kenyataan, tapi merasa tidak berdaya (Scout tanpa Growth): Anda dengan sangat akurat menyadari bahwa audiens Anda bingung karena grafik Anda buruk, tetapi Anda pasrah karena merasa tidak akan pernah bisa menguasai keterampilan komunikasi visual.
Menggabungkan keduanya berarti Anda menggunakan scout mindset untuk memeriksa penjelasan tentang kinerja Anda saat ini, dan menggunakan growth mindset untuk menyusun strategi perbaikan yang realistis.
Panduan Praktis: Membuat Catatan Evaluasi Mandiri
Untuk melatih kedua pola pikir ini, Anda bisa membuat catatan sederhana dengan tiga baris berikut saat menghadapi tantangan:
- Klaim & Bukti Saat Ini: Apa yang saya percayai terjadi, dan bukti objektif apa yang mendukung atau membantahnya?
- Upaya Keterampilan Spesifik: Satu tindakan kecil apa yang akan saya coba untuk melatih kemampuan ini?
- Hasil yang Teramati: Apa yang berubah setelah mencoba strategi tersebut, dan apa yang masih belum saya ketahui?
Gunakan catatan ini untuk mengevaluasi tugas atau proyek Anda, bukan untuk melabeli kepribadian Anda sendiri.
Memeriksa latihan tanpa mengarang hasil
Catatan Linh dapat dimulai dengan kalimat: dua rekan menanyakan pembanding; saya menafsirkannya sebagai penolakan. Label sumbu yang tidak jelas mendukung kemungkinan bahwa informasi pada grafik belum cukup. Itu belum memberi jawaban tentang apakah rekomendasi proyeknya masuk akal. Linh perlu meminta penjelasan tentang keberatan yang benar-benar disampaikan, bukan menebak niat orang lain dari pertanyaan mereka.
Pada baris tindakan, Linh bisa menulis: tambahkan pembanding dan label pada satu grafik, kemudian minta seorang rekan menjelaskan apa yang dilihatnya. Jangan menjelaskan kesimpulan yang diinginkan terlebih dahulu. Jika pembaca menyebut perbandingan yang berbeda, catat bagian mana yang membuatnya memilih penjelasan tersebut. Periksa satu unsur yang bisa diubah, misalnya nama sumbu atau cara menampilkan pembanding. Meminta bantuan orang yang memahami data juga bisa lebih berguna daripada mengulang perubahan desain tanpa mengetahui masalahnya.
Pada baris hasil, tulis penjelasan rekan yang benar-benar Anda dengar, termasuk bagian yang masih membingungkan. Artikel ini tidak mengasumsikan bahwa revisi itu berhasil atau menetapkan batas waktu untuk memahami grafik. Seorang rekan yang bisa membaca grafik belum membuktikan bahwa datanya akurat atau proposalnya layak dijalankan. Itu pertanyaan lain yang memerlukan bukti lain. Latihan dan catatan ini adalah saran FiveMinRead, bukan prosedur yang telah diuji oleh Dweck.
Memilih pemeriksaan berikutnya
- Jika yang diperdebatkan adalah alasan suatu kejadian, tuliskan observasi, interpretasi, dan bukti yang masih dibutuhkan.
- Jika kesulitannya adalah keterampilan, pilih satu bagian yang dapat dilatih dengan strategi berbeda atau bantuan.
- Jika keduanya muncul, pisahkan pemeriksaan penjelasan dari upaya belajar. Hasil latihan dapat membuat Anda kembali memeriksa penjelasan awal.
Gunakan umpan balik tentang grafik sebagai informasi tentang tugas, bukan ukuran nilai seseorang. Anda juga boleh mengubah tujuan atau menghentikan percobaan yang tidak lagi relevan. Kemauan belajar tidak mewajibkan ketekunan tanpa batas.
Batasan dan Langkah Selanjutnya
Penting untuk diingat bahwa kedua konsep ini bukanlah solusi ajaib untuk semua masalah sistemik seperti kelelahan kerja (burnout) atau ketimpangan di tempat kerja. Memiliki keinginan untuk memperbarui keyakinan (scout) tidak berarti Anda harus selalu menyetujui pendapat semua orang. Begitu pula, meyakini bahwa kemampuan dapat berkembang (growth) bukanlah jaminan bahwa Anda akan mencapai tingkat keahlian tertinggi tanpa batas waktu dan sumber daya yang memadai.
Saat membaca bab nonfiksi berikutnya, pilih satu klaim, catat bukti pendukungnya, lalu tanyakan informasi apa yang akan mengubah penilaian Anda. Pisahkan kegiatan itu dari satu keterampilan kecil yang ingin Anda latih. Silakan pelajari panduan kami tentang cara mengingat apa yang Anda baca melalui siklus membaca praktis untuk membantu Anda menyaring informasi dan bukti baru secara lebih efektif.