Supercommunicators
oleh Charles Duhigg
Buku ini memandang kemampuan terhubung dengan orang lain sebagai keterampilan yang bisa dipelajari, bukan sekadar sifat bawaan. Buku ini menjelaskan jenis-jenis percakapan sehari-hari serta alasan mengapa sebagian percakapan berjalan lancar sementara yang lain justru buyar. Buku ini juga memperkenalkan pertanyaan dan pembuka percakapan yang membantu orang merasa lebih dekat dan didengarkan.
Ide Utama
"Terhubung dengan orang lain secara baik adalah keterampilan yang dapat dibangun siapa pun dengan mempelajari sejumlah alat percakapan sehari-hari dan memahami kapan harus menggunakannya."
Wawasan Utama
Mendengarkan sebelum memberi saran
Para pengulas membaca buku ini sebagai penekanan pada mendengarkan dan membuat orang lain merasa didengar, lebih daripada berbicara. Mendengarkan lebih dulu memperlihatkan apa yang sebenarnya dibutuhkan lawan bicara.
Bayangkan tetangga Anda bercerita bahwa mobilnya tidak mau menyala. Alih-alih langsung menyarankan bengkel, Anda menanyakan sejak kapan masalah itu mulai muncul.
Percakapan punya beberapa jenis
Deskripsi buku berfokus pada jenis-jenis percakapan sehari-hari. Menyadari jenis percakapan yang sedang Anda jalani membantu memilih respons yang sesuai.
Sapaan singkat di kantor cukup dibalas dengan ramah dan ringkas, sedangkan curhat tentang kekhawatiran membutuhkan waktu lebih lama dan pertanyaan lanjutan yang lembut.
Ketidaksesuaian menjelaskan banyak percakapan gagal
Percakapan sering buyar ketika orang yang terlibat mengharapkan hal yang berbeda, misalnya dukungan di satu pihak dan solusi di pihak lain.
Bayangkan satu teman ingin melampiaskan minggunya yang berat, sementara temannya terus memberi tips mengatur waktu.
Perbaikan bisa dilakukan dengan singkat
Setelah ketidaksesuaian disadari, pengakuan singkat dan sebuah pilihan dapat membawa percakapan kembali ke jalurnya.
Setelah terlalu cepat memberi saran, Anda bisa berkata, “Maaf, saya terlalu cepat. Ceritakan lagi bagaimana rasanya.”
Pertanyaan terbuka mengundang cerita
Pertanyaan yang meminta detail, bukan sekadar ya atau tidak, memberi ruang bagi orang lain untuk berbagi dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik.
Bertanya “Bagian mana dari perjalanan itu yang paling berkesan?” cenderung mendapat jawaban lebih panjang daripada “Apakah Anda menikmati perjalanannya?”
Teknik memiliki batas
Buku ini memadukan riset dengan cerita dan studi kasus, sehingga metodenya paling baik dipakai sebagai pilihan yang fleksibel dan disesuaikan dengan orang dan situasinya.
Bayangkan pertanyaan yang cocok untuk sahabat lama terasa terlalu pribadi saat Anda pertama kali bertemu klien, sehingga pembukanya perlu nada yang lebih lembut.
Rincian Bab
Mengapa sebagian percakapan berhasil dan sebagian lainnya gagal
Hampir setiap orang pernah mengalami dua jenis percakapan. Yang pertama membuat kita merasa dipahami, bahkan bersemangat, sedangkan yang kedua berakhir canggung karena kedua pihak seperti berbicara dengan irama yang berbeda. Dalam Supercommunicators, Charles Duhigg, seorang jurnalis yang menulis tentang kebiasaan dan perilaku manusia, berangkat dari gagasan bahwa perbedaan ini bukan semata soal keberuntungan atau kepribadian. Banyak ulasan menggambarkan buku ini sebagai panduan yang memandang koneksi sebagai keterampilan yang bisa dibangun siapa pun, dengan memanfaatkan alat-alat percakapan yang sudah umum dikenal.
Ini adalah titik awal yang menguatkan. Jika terhubung dengan baik bisa dipelajari, orang yang pemalu maupun yang ekstrovert sama-sama bisa berkembang, dan percakapan yang sulit menjadi sesuatu yang perlu dipahami, bukan vonis atas karakter seseorang. Pendekatan buku ini adalah memperhatikan dengan saksama bagaimana pertukaran sehari-hari berjalan, mengenali kapan percakapan mengalir baik, dan menemukan titik ketika percakapan mulai kehilangan arah.
Mendengarkan sebagai titik awal
Banyak orang menganggap percakapan sebagai kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya sendiri. Para pengulas buku ini cenderung membaca penekanannya secara berbeda. Menurut pembacaan mereka, mendengarkan dan membuat orang lain merasa didengar lebih penting daripada pandai berbicara. Cara pandang ini mengubah bentuk respons yang baik. Balasan yang kuat sering kali adalah balasan yang menunjukkan bahwa lawan bicara telah dipahami, bukan balasan yang paling banyak memuat informasi.
Bayangkan seorang rekan kerja mengatakan presentasinya berjalan buruk dan tampak kecewa. Pendengar yang langsung menawarkan tiga cara memperbaiki slide mungkin memecahkan masalah yang tidak ditanyakan. Pendengar yang lebih dulu bertanya bagian mana yang paling berat mungkin menemukan bahwa kekhawatiran sebenarnya ada pada sesi tanya jawab. Respons kedua memang memakan waktu sedikit lebih lama, tetapi memberi ruang bagi rekan kerja untuk menyampaikan hal yang benar-benar penting baginya.
Mendengarkan dengan baik juga berarti menahan keinginan untuk mengisi setiap jeda. Diam sejenak sering memberi lawan bicara kesempatan untuk melanjutkan, dan hal itu menunjukkan bahwa Anda nyaman dengan apa yang mereka katakan. Pada awalnya ini mungkin terasa tidak alami, terutama dalam percakapan kelompok yang ramai dan bergerak cepat.
Praktik dalam kehidupan sehari-hari
- Ulangi inti dari apa yang Anda dengar dengan kata-kata Anda sendiri sebelum menanggapi.
- Tanyakan perasaan di balik sebuah fakta, bukan hanya faktanya saja.
- Tahan dulu cerita pribadi Anda sampai lawan bicara selesai bercerita.
Mendengarkan juga memberi Anda umpan balik. Ketika orang merasa didengar, mereka cenderung menambahkan detail, balik bertanya, dan lebih santai seiring berjalannya percakapan. Sebaliknya, ketika merasa dipotong, jawaban mereka biasanya semakin pendek. Memperhatikan sinyal-sinyal ini adalah cara praktis untuk menilai apakah sebuah percakapan berjalan baik.
Jenis-jenis percakapan sehari-hari
Deskripsi buku ini berfokus pada jenis-jenis percakapan sehari-hari, yaitu pertukaran biasa yang mengisi hari kita. Termasuk di dalamnya sapaan singkat dengan rekan kerja, kabar terbaru dengan teman lama, obrolan dengan tetangga di depan rumah, dan pembicaraan tentang sesuatu yang sedang mengganjal pikiran. Setiap jenis membawa harapan yang berbeda mengenai durasi, tingkat keakraban, dan jenis respons yang diterima.
Mengenali jenis percakapan juga berguna untuk mengatur ekspektasi sendiri. Sapaan singkat tidak perlu berubah menjadi diskusi panjang, dan percakapan yang berat sebaiknya tidak dipercepat hanya karena rapat berikutnya sudah dekat.
Buku ini juga mempertanyakan mengapa sebagian percakapan berjalan mulus sementara yang lain berantakan. Salah satu cara membaca pertanyaan itu adalah dengan mencari ketidaksesuaian. Dua orang bisa saja sedang berbicara tentang hal yang sama, namun menginginkan hal yang sangat berbeda darinya. Satu pihak mungkin ingin dimengerti, sementara pihak lain ingin mencari solusi. Satu orang ingin membahas topik lebih dalam, sementara yang lain sedang berusaha mengakhiri pembicaraan.
Ketidaksesuaian sering kali menjadi hal pertama yang perlu dikenali, karena ia menjelaskan mengapa usaha yang lebih besar saja tidak memperbaiki percakapan. Memaksa diri untuk terus membantu justru bisa memperburuk keadaan jika lawan bicara hanya ingin didengarkan.
Ketidaksesuaian yang perlu diperhatikan
- Satu orang menginginkan dukungan, sementara yang lain sudah siap mencari solusi.
- Satu orang menjawab singkat, sementara yang lain terus meminta lebih banyak detail.
- Satu orang ingin membahas lebih dalam, sementara yang lain mengarahkan ke obrolan ringan.
Memperbaiki percakapan yang melenceng tidak harus dramatis. Berhenti sejenak, menyebutkan apa yang tampaknya sedang terjadi, dan menawarkan pilihan sering kali sudah cukup. Misalnya, seorang teman baru saja menceritakan minggu yang berat, lalu Anda langsung memberi saran. Anda bisa berkata, “Maaf, saya terlalu cepat memberi saran. Mau kita bahas bersama, atau kamu hanya ingin bercerita dulu?” Dengan memberi pilihan, Anda mengembalikan kendali atas arah percakapan kepada teman Anda.
Pertanyaan yang membuka percakapan
Deskripsi buku ini menyoroti pertanyaan percakapan dan pembuka obrolan yang mempertemukan orang. Dalam istilah sehari-hari, pembuka adalah langkah awal yang mengajak lawan bicara ikut serta. Ada pembuka yang ringan dan mudah dijawab, dan ada pula yang sedikit lebih dalam untuk membuka ruang bagi pertukaran yang sungguh-sungguh.
Pertanyaan yang baik umumnya memiliki tiga ciri. Pertanyaan itu cukup terbuka untuk mengundang cerita, bukan sekadar ya atau tidak. Pertanyaan itu cukup spesifik sehingga lawan bicara tahu harus mulai dari mana. Dan pertanyaan itu terhubung dengan sesuatu yang baru saja disampaikan. Pertanyaan yang menggali detail dari ucapan lawan bicara menunjukkan bahwa Anda mendengarkan, sehingga mereka lebih bersedia berbagi.
Waktu juga penting. Pertanyaan yang diajukan setelah seseorang selesai menyampaikan pikirannya biasanya lebih diterima daripada pertanyaan yang memotong alurnya. Dalam kelompok, Anda bisa mengajak peserta yang lebih pendiam dengan pertanyaan sederhana yang diarahkan kepada mereka, agar percakapan tidak hanya dikuasai oleh orang yang paling percaya diri.
Bayangkan Anda bertemu seseorang di sebuah lokakarya dan dia menyebut baru saja pindah profesi. Menanyakan apakah pekerjaan barunya menyenangkan cenderung hanya mendapat jawaban singkat. Menanyakan hal apa yang paling mengejutkannya dari perpindahan itu akan mengundang sebuah cerita, dan Anda bisa mengikuti apa pun yang ia pilih untuk diceritakan.
Contoh pertanyaan terbuka
- Akhir-akhir ini, apa yang paling banyak menyita perhatian Anda?
- Bagi Anda, bagian mana yang paling menyenangkan dari hal itu?
- Bagaimana awalnya Anda sampai terlibat dengan hal tersebut?
- Lain kali, apa yang ingin Anda lakukan secara berbeda?
Ini adalah contoh jenis pertanyaan yang cenderung mengundang jawaban yang lebih utuh. Pertanyaan seperti ini paling efektif jika disesuaikan dengan hubungan dan situasi, jadi ubahlah kata-katanya hingga terdengar seperti diri Anda sendiri.
Batas pendekatan ini dan cara menyesuaikannya
Pembacaan yang seimbang perlu mengingat satu hal. Buku ini memadukan riset dengan cerita dan studi kasus. Cerita memang menarik, tetapi cerita yang berkesan belum tentu sama dengan uji yang terkendali. Karena itu, gagasan dalam buku ini sebaiknya diperlakukan sebagai hipotesis untuk dicoba dalam percakapan Anda sendiri, bukan sebagai aturan tetap yang selalu berlaku.
Konteks juga penting. Pertanyaan yang terasa hangat bagi sahabat lama bisa terasa mengganggu ketika Anda baru bertemu seseorang. Norma budaya, hierarki di tempat kerja, dan riwayat pribadi ikut membentuk respons seperti apa yang diterima. Pembuka yang sama bisa berhasil di satu situasi dan gagal di situasi lain.
Untuk menyesuaikan pendekatan, perhatikan respons lawan bicara, bukan naskah yang sudah disiapkan. Jika mereka memberi jawaban yang lebih panjang dan tampak lebih nyaman, Anda berada di jalur yang tepat. Jika jawabannya memendek, mundurlah selangkah, akui perubahan itu, dan tanyakan apakah mereka lebih suka beralih ke topik lain. Perlakukan teknik-teknik ini sebagai pilihan yang bisa digunakan secara fleksibel, bukan daftar periksa, dan ingatlah bahwa tujuannya adalah perhatian yang tulus, bukan pertunjukan.
Siapa yang sebaiknya membaca dan satu latihan untuk minggu ini
Buku ini cocok bagi pembaca yang ingin cara praktis untuk terhubung dengan orang lain, baik di tempat kerja, di rumah, maupun dalam pergaulan sosial. Buku ini sangat berguna bagi siapa pun yang merasa sebagian percakapan berjalan baik karena kebetulan, sementara sebagian lainnya gagal tanpa mereka tahu alasannya. Pembaca yang menginginkan kajian akademik yang ketat tentang komunikasi mungkin perlu mencari sumber lain, karena buku ini memadukan riset dengan cerita dan contoh.
Latihan untuk minggu ini
Setiap hari, pilih satu percakapan dan habiskan dua menit pertamanya terutama untuk mendengarkan. Sebelum memberi saran atau membagikan pengalaman Anda sendiri, ajukan satu pertanyaan terbuka dan lanjutkan dengan menanyakan detail yang disebut lawan bicara. Setelah itu, luangkan waktu untuk mencatat jenis percakapan tersebut, apakah Anda melihat ketidaksesuaian, dan bagaimana sikap lawan bicara saat berpisah. Setelah lima hari, baca kembali catatan Anda dan pilih pembuka mana yang terasa paling alami bagi Anda.
Ambil Tindakan
Langkah praktis yang bisa Anda terapkan hari ini:
-
Dengarkan selama satu hingga dua menit sebelum menyampaikan pendapat Anda sendiri.
-
Kenali jenis percakapan yang sedang Anda jalani sebelum memutuskan cara merespons.
-
Saat percakapan macet, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda dan lawan bicara menginginkan hal yang sama.
-
Gunakan pertanyaan terbuka yang mengundang detail, dan lanjutkan dengan hal yang baru saja disebut lawan bicara.
-
Saat menemukan ketidaksesuaian, sebutkan dengan lembut dan tawarkan sebuah pilihan.
-
Perhatikan tanda bahwa seseorang merasa didengar, seperti menambahkan detail dan nada bicara yang lebih santai.
-
Coba pembuka baru dalam percakapan yang ringan sebelum menggunakannya di situasi yang lebih penting.
-
Sesuaikan pilihan kata dengan hubungan, situasi, dan kenyamanan lawan bicara.
Siapa yang Harus Membaca Ini
Buku ini cocok bagi siapa pun yang ingin lebih nyaman dalam percakapan sehari-hari, baik dengan keluarga, teman, rekan kerja, maupun orang yang baru dikenal.
Tentang Charles Duhigg
Charles Duhigg is a journalist and author who writes about habits, decision-making and human behaviour.
Ringkasan Ditulis Oleh
Software Engineer & Writer
Software engineer with a passion for distilling complex ideas into actionable insights. Writes about finance, investment, entrepreneurship, and technology.
Lihat semua ringkasan →Ulasan
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi pemikiran Anda!